catatan kecil

Bercerita mengenai seorang mantan Veteran perang yang bernama Rachman ( 80 Tahun ) yang masih hidup hingga kini, setelah pasca perang kemerdekaan dengan masalah hidup dan hiruk pikuk di kota besar akhirnya ia pun harus menyerah kepada keadaan untuk hidup di bawah garis kemiskinan hingga sekarang, susahnya mencari pekerjaan dengan modal militer pangkat rendah tanpa didukung pendidikan formal yang cukup, membuat Rachman sangat bergelut untuk mencari sesuap nasi di ibu kota. Karena hidup di kota besar dengan pengeluaran yang cukup besar, sedangkan Rachman hanya bisa mengandalkan gaji pensiunannya saja dari sebuah yayasan Veteran yang tidak seberapa, akhirnya ia pun harus memilih hidup di lingkungan yang terbilang cukup kumuh dan memprihatinkan, pemukiman liar di bantaran rel kereta api petamburan menjadi salah satu pilihannya untuk bertahan hidup. Di pemukiman ini hidup berbagai macam jenis masyarakat yang berasal dari berbagai macam suku, agama dan ras tercampur baur di tempat ini, tanpa disadari ia bersebelahan dengan seorang laki laki bernama Arif ( 35 tahun ) yang mempunyai seorang anak bernama Intan ( 10 tahun ), mereka juga mempunyai kondisi memprihatinkan yang sama seperti Rachman, Intan Putus sekolah karena tidak ada biaya dan ibunya meninggal di saat melahirkannya, dalam sehari hari nya berbekalkan kostum boneka, bersama temannya ( Nani – 11 tahun ) ia berusaha mengamen keliling di pasar sekitar rel kereta petamburan. Sementara masalah pelik yang dihadapi oleh ayahnya Arif menjadi potensi bahaya tersendiri karena diam diam Arif sudah masuk dalam satu organisasi terrorisme yang dicari polisi untuk kepentingan politik tertentu, dengan iming iming dan cuci otak dari organisasi ini, Arif dituntut untuk meledakkan diri di pasar petamburan dimana banyak sekali masyarakat tidak berdosa, sebagai pengalihan kasus korupsi besar seorang konglomerat pada saat itu. Karena ia masih memiliki hati nurani, Arif tidak berani untuk melaksanakannya, namun karena kegagalan itu ia pun menjadi target untuk dilenyapkan oleh organisasi terrorist ini, karena dianggap sudah gagal dan bisa buka mulut untuk membongkar organisasi, diutuslah dari organisasi ini, Bara ( 50 tahun ) seorang laki laki yang mengincar untuk membunuh Arif. Karena panic Arif buru buru pulang dan mengepak barangnya bersama dengan Intan untuk melarikan diri dari lingkungan itu, namun sialnya ia melihat Bara yang sedang mencari dirinya di sekitar lingkungan tersebut, akhirnya ia melarikan diri dan masuk ke dalam petakan Rachman yang juga dalam kondisi tidak siap, namun karena Arif mengancam Rachman dengan senjata api, apa boleh buat akhirnya Rachman menerima Arif dan Intan untuk bersembunyi di petakan kecilnya. Sore menjelang malam pun tiba, karena kecanggungan mereka berada di dalam petakan sempit itu membuat akhirnya dialog antara Rachman dan Arif, dan pada malam itu Arif mengatakan alasannya mengapa ia mau melakukannya karena iming iming keluarganya akan selamat terutama Intan yang akan diurus hidupnya mulai dari sekolah hingga selesai sehingga masa depannya cerah dan terjamin walaupun Arif harus mengorbankan dirinya untuk diledakkan. Rachman juga yang masih bergejolak batinnya mengambil satu tindakan yang lumayan megejutkan di malam itu bahwa ia akan memberikan seluruh tabungan pensiunnya agar Arif dan Intan selamat dan bisa melarikan diri di malam itu untuk memulai hidup baru yang lebih cerah pada keesokan harinya. Bara yang akhirnya mengetahui tempat persembunyian Arif di petakkan Rachman, akhirnya berusaha mengancam Rachman untuk menyerahkan Arif dan Intan yang sudah melarikan diri lewat pintu belakang pada malam hari itu.

Comments