SOS

One night, Slamet (63), stopped in front of a house. He felt the house was the House of his brother, Budi, whom he was looking for. No answer when he knocked on the door of the house, which sounded from within only the radio sound. He decided to wait on the terrace until the house opened the door. He knew that the house was not Budi. The inhabitants of this House are Sugeng (70). After Sugeng understands what Slamet meant to visit his house, he tried to help Slamet. On the way to find Budi, the two grandfathers suffered a disaster.

Suatu malam, Slamet (63), berhenti di depan sebuah rumah. Ia merasa bahwa rumah tersebut adalah rumah adiknya, Budi, yang ia cari. Tak ada jawaban ketika ia mengetuk pintu rumah tersebut, yang terdengar dari dalam hanyalah suara radio. Ia memutuskan untuk menunggu di teras rumah tersebut sampai sang penghuni rumah membuka pintunya. Esoknya, ia mengetahui bahwa penghuni rumah tersebut bukanlah Budi. Penghuni rumah tersebut bernama Sugeng (70). Setelah Sugeng mengetahui apa maksud Slamet mengunjungi rumahnya, ia mencoba untuk menolong Slamet. Dalam perjalanan mencari Budi kedua kakek tersebut mengalami musibah.