Viddsee Juree Awards (‘Juree’) merupakan penghargaan industry yang merayakan film-film pendek terbaik dari Singapura, Indonesia dan Filipina.

Setiap tahun, talenta dan para pencerita cemerlang dari setiap negara mendaftarkan film mereka ke panel juri internasional yang akan memilih langsung pemenangnya. Viddsee mengamplifikasi entri dari out-of-competition dan finalis kepada komunitas penonton kami.

Juree adalah bagian dari komitmen Viddsee untuk mengembangkan jaringan para pencerita, untuk mendukung komunitas film lokal serta menginspirasi generasi baru para pencerita di seluruh Asia.

Untuk pertama kalinya, Juree Awards akan menjadi festival yang sepenuhnya online, lengkap dengan pemutaran online, dan diskusi virtual yang akan diadakan menjelang upacara penghargaan. Semua rangkaian acara akan disiarkan di kanal Viddsee.

Hadiah

Viddsee Filmmaker Gold Kit

Viddsee akan memberikan hadiah Viddsee Filmmaker Gold Kit kepada pemenang Gold Award berupa Macbook Air 13 inci, langganan Creative Cloud All Apps 12 bulan dari Adobe, Plakat Emas, dan merchandise eksklusif dari Viddsee.

Viddsee Filmmaker Silver Kit

Viddsee akan memberikan hadiah Viddsee Filmmaker Silver Kit kepada pemenang Silver Award berupa Plakat, langganan Creative Cloud All Apps 12 bulan dari Adobe, dan merchandise eksklusif dari Viddsee.

Viddsee Filmmaker Finalist Kit

Viddsee akan memberikan hadiah langganan Creative Cloud All Apps 12 bulan dari Adobe dan sertifikat finalis.

Viddsee Filmmaker Audience Choice Kit

Viddsee akan memberikan hadiah Apple TV dan sertifikat kepada pemenang Audience Choice Award.

Judges

Armi Rae Cacanindin

Armi Rae Cacanindin adalah produser yang berbasis di Manila, Filipina. Salah satu film pendek yang dia produksi, Jodilerks dela Cruz, Employee of the Month, oleh Carlo Francisco Manatad, ditayangkan perdana di Cannes Critics 'Week. Film tersebut telah melakukan perjalanan ke lebih dari 40 festival internasional sejak saat itu, memenangkan Best SEA Short di Singapura IFF, Best Short Film, Youth Jury Award di Taipei IFF, Special Jury Mention di San Francisco IFF di AS. Film pendek lainnya, Reminiscences of the Green Revolution oleh Dean Marcial, ditayangkan perdana di Toronto IFF dan kemudian diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan diputar di Amazon Prime sebagai bagian dari jajaran film pendek SXSW.


Dia telah menerima dana untuk film-film panjang dari IDFA Bertha Fund, Aide aux Cinema du Monde, World Cinema Fund, Sundance Film Institut, Doha Film Institue, Purin Pictures, Asian Cinema Fund, Hubert Bals Fund, IFF Singapura dan Talents Tokyo. Salah satunya adalah Aswang, film dokumenter kreatif tentang perang narkoba di Filipina, yang disutradarai oleh Alyx Arumpac. Baru-baru ini memenangkan Hadiah Kritik Internasional (Fipresci) di 2019 International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA).


Dia sekarang mengepalai Long Form Production dari Globe Studios.ge

Paolo Bertolin

Paolo Bertolin adalah seorang programmer festival, penulis film, dan produser. Ia bekerja sebagai konsultan Festival Film Internasional Venice untuk Asia Selatan serta Tenggara, Oceania, dan Turki. Dia juga anggota komite seleksi Fortnight Director 'Cannes' dan Konsultan Artistik Locarno Open Doors. Dia telah bekerja untuk beberapa festival dan lembaga internasional lainnya, termasuk IFFRotterdam, Institut Film Doha, Mumbai, Beijing, dan Festival Film Torino. Sebagai produser, Bertolin telah menggarap film-film seperti Big Father, Small Father, and Other Stories dari Phan Dang Di (2015), Chitrashala karya Amit Dutta (2015) dan A Lullaby to the Sorrowful Mystery (2016) karya Lav Diaz, semuanya terpilih dalam kompetisi di Berlinale

Yosep Anggi Noen

Yosep Anggi Noen lahir dan tumbuh di Yogyakarta, ia mulai membuat film pendek sejak duduk di bangku SMA. Saat ini Anggi tidak hanya membuat film, Ia juga dosen di Prodi Film, Universitas Multimedia Nusantara. Ia lulusan Asian Film Academy di tahun 2007. Film pendeknya Hujan Tak Jadi Datang, diputar di Rotterdam Internasional Film Festival (IFFR) tahun 2010 

Film panjang debutnya Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya  (2012) diputar di IFFR dan menjadi nomine untuk Golden Leopard di Locarno International Film Festival serta berkompetisi di beberapa festival Film Internasional seperti Hongkong Asian Film Festival dan Vancouver International Film Festival. Film panjang keduanya Istirahatlah Kata Kata (2016) mendapatkan penghargaan Hanoman Award di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, serta nominasi untuk Golden Leopard di Locarno. Film terbarunya Hiruk Pikuk Si Alkisah mendapatkan special mention di di Locarno International Film Festival 2019. Saat ini Anggi sedang menjalani proses produksi untuk film dokumenter yang mengangkat cerita tentang band Voice of Baceprot.

Panduan Umum

  • Film harus sudah selesai dibuat setelah 1 Januari 2018.
  • Untuk mengikuti kompetisi ini, kalian harus mendaftarkan film mulai 14 Mei 2020
  • Film paling lambat sudah kami terima pada 20 Juli 2020
  • Diperbolehkan bagi film yang sudah tayang dan/atau tersedia secara daring (contoh Youtube, Vimeo)
  • Semua genre film diterima; fiksi, dokumenter dan animasi
  • Film dapat menggunakan bahasa/dialek asli. Bagi film yang tidak berbahasa Inggris wajib menyertakan subtitle yang tercetak di film atau memberikan file format .srt dengan salinan asli
  • Viddsee tidak menerima karya yang masih dalam proses penyelesaian atau trailer/cuplikan
  • Film tidak melanggar hak publisitas atau privasi, hak moral atau hak kekayaan intelektual, termasuk musik yang digunakan, tidak memfitnah atau tidak senonoh, tidak melanggar hukum atau peraturan yang berlaku, atau tidak melanggar hak orang atau entitas mana pun. Secara khusus, kami menekankan bahwa plagiarisme, penyalinan, dan pelanggaran terang-terangan atas kekayaan intelektual dan hak-hak orang lain lainnya tidak dapat diterima
  • Untuk lagu-lagu bebas royalti, lihat sumber ini
  • Durasi maksimum adalah 30 menit termasuk titel kredit penutup
  • Film yang terseleksi Viddsee Juree akan ditampilkan di platform Viddsee dan tidak boleh diturunkan dalam kurun waktu dua tahun
  • Apabila ada pertanyaan, hubungi kami via email di submit@viddsee.com

Untuk memenuhi kualifikasi, film harus memenuhi 2 dari 3 poin ini:

  • Sutradara berdomilisi di Indonesia atau Warga Negara Indonesia;
  • Produser Eksekutif dan/atau Produser dan/atau Penulis Skrip harus Warga Negara Indonesia atau berdomisili di Indonesia;
  • Produksi film setidaknya dilakukan 70% di Indonesia
Pendaftaran dibuka
Pendaftaran ditutup
Seleksi Film
Pengumuman Finalis & Rilis Film
Penjurian Film
Survei Audience Choice Award
Pengumuman Pemanang

Panduan Teknis

Format file yang dipilih

  • MP4 atau MOV
  • H.264
  • Resolusi minimum 720p atau lebih tinggi.
  • Lihat di sini untuk melihat secara rinci persyaratan video bila kamu ingin memastikan spesifikasi encoding.

Langkah Pendaftaran

Berikut beberapa langkah pendaftaran:

  • Kunjungi creator.viddsee.com
  • Daftar untuk akun Viddsee Creator menggunakan akun Facebook atau email
  • Isi rincian personal untuk menyelesaikan “Film License Agreement”
  • Klik tombol Add a new film untuk memulai unggah filmmu
  • Tuliskan jureeID2020 pada kotak isian “Referral code”
  • Daftarkan filmmu untuk kurasi Viddsee. Kami akan otomatis mengabarkan untuk status pendaftaranmu!

Proses Selanjutnya

Setelah kamu mendaftarkan filmmu, akan ada proses seleksi oleh tim kurasi Viddsee. Setelah proses seleksi selesai, kami akan mengirimkan email notifikasi ke pembuat film yang terpilih. Bila filmmu terpilih untuk Viddsee Juree, akan diputarkan secara daring di platform Viddsee.com mulai 20 Agustus 2020 dan ditambahkan pada kanal “Viddsee Juree Indonesia”. Dari semua film yang terseleksi, tim kurasi Viddsee akan memilih 10 film terunggul untuk mengikuti partisipasi lebih lanjut pada segmen ‘In competition’ dimana juri akan memilih film-film pemenang dari segmen tersebut.

Mitra Pendukung